Pengertian Apa itu Pupuk Organik Padat

Posted on
Pengertian Apa itu Pupuk Organik Padat
5 (100%) 7 votes

Berbicara tentang pertanian, tentu erat kaitannya dengan pupuk yang digunakan. Salah satu jenis pupuk yang memiliki permintaan tinggi karena kualitasnya yang mumpuni adalah pupuk organik. Apalagi sekarang sudah memasuki era pertanian organik, wajar bila setiap petani berlomba menghasilkan panen berkualitas apik dengan menggunakan pupuk organik.

Pertanian organik diartikan dalam pengertian sempit merupakan pembebasan pengolahan lahan dan hasil tani dari bahan kimia, semenjak proses perlakuan benih dan hasil panen, hingga pemilihan pupuk dan pestisida. Sementara jika diartikan dalam pengertian luas merupakan  kombinasi dari pemakaian pupuk organik serta pestisida nabati pada lahan dan hasil tani dengan dosis tertentu. Sehingga, bisa disimpulkan pertanian organik merupakan metode olah lahan menggunakan pendekatan yang berkelanjutan dnegan wawasan lingkungan yang didukung dengan penggunaan dosis pupuk yang seimbang.

Baca Juga:

Kupas Tuntas Keunggulan dan Kelemahan Sistem Pertanian Organik

Sementara itu, pupuk organik adalah jenis pupuk yang dihasilkan dari pengolahan sebagian atau keseluruhan tanaman  atau hewan. Pupuk organik dapat diolah menjadi jenis cair dan padat.

Apa itu pupuk organik padat?

Sesuai dengan namanya, Pupuk organik padat adalah pupuk yang berbentuk padat pada proses akhirnya, hasil dari olahan bahan organik tanaman atau hewan. Karena bentuk padatnya, pupuk ini biasanya digunakan dengan cara dibenamkan atau ditaburkan langsung di atas tanah tanpa dilarutkan ke dalam air terlebih dahulu.

Pupuk organik padat diklasifikan menurut bahan baktu, cara pemberian dan kandungannya, seperti di bawah ini:

  1. Menurut bahan penyusunnya, seharusnya pupuk ini diklasifikan sebagai jenis pupuk alam karena terbuat dari tanaman atau hewan
  2. Menurut cara pemberiannya, seharusnya pupuk ini diklasifikasikan sebagai pupuk akar. Hal ini dikarenanan hara hanya diberikan melalui akar saja.
  3. Menurut kandungannya, seharusnya pupuk ini diklasifikasikan sebagai pupuk lengkap dan majemuk. Memiliki kandungan hara yang banyak untuk unsur makro (N,P,K ) dan mikro (Ca, Mg, dan Fe).

Karena banyaknya kandungna hara yang dimiliki, maka pupuk ini tidak hanya berfungsi untuk memberikan hara pada tanaman, tapi sekaligus menambahkan bahan organik untuk tanah. Banyaknya keterserapan bahan organik disesuaikan dengan jenis bahan yang digunakan serta proses urainya. Anda bisa mengamatinya langsung melalui informasi tertulis yang biasanya dicantumkan di kemasan jadi pupuk organik padat yang dibeli di toko.

Jika melihat sejarah, sebenarnya pupuk organik padat bukan jenis baru yang sedang tren, bahkan pupuk ini diklaim sebagai yang tertua karena sudah ada dan dipakai petani sejak sebelum abad 19. Meski dulu tidak dikenal dengan nama seperti ini, tapi petani selalu menambahkan kotoran hewan atau sisa tanaman pada tanah jika ingin meningkatkan produksi taninya.

Pola tani tersebut diadaptasi dan berkembang turun temurun hingga saat ini. Indonesia sebagai negeri agraris juga melestarikan kebaisaan tersebut, dengan jenis pupuk yang lebih sering dipakai adalah tipe konvensional. Yaitu, mengolah kotoran hewan ternak seperti unggas dan mamalia, serta sebagian kompos. Petani membuatnya melalui prosedur yang sederhana. Kotoran hewan ternak dikumpulkan lebih dulu, lalu didiamkan dan ditumpuk dalam kurun waktu 1—3 bulan lamanya agar matang dengan sempurna. Bahkan tak jarang petani mematangkan kotoran tersebut langsung di dalam kandang sebelum dipakai, selama 1—2 bulan.

Demikian pula dengan pemakaian kompos yang biasanya diolah dari limbah padat dan sampah, harus mengalami proses pengomposan kurang lebih selama 1—3 bulan. Sebelum akhirnya dipakai untuk makanan tanah.

Anda bisa mencoba jenis pupuk organik padat untuk meningkatkan hasil tani, asalkan sesuai dengan karakteristik tanah dan tanaman, pupuk bisa jadi solusi permasalahan tani Anda. Tertarik mencoba?