Cara Mudah Membuat Tanaman Hidroponik Rumahan untuk Pemula

Posted on
Cara Mudah Membuat Tanaman Hidroponik Rumahan untuk Pemula
4.6 (92.31%) 13 votes

Belajar Hidroponik – Masih seputar tanaman nih. Kali ini petani Mandiri ingin berikan sebuah pengalaman sekaligus share ilmu. Tanaman Hidroponik adalah tanaman yang unik dan dewasa ini sedang trend banget. Maka tidak heran jika banyak orang mencobanya. Karena bertanam dengan jenis ini mudah dan tidak ribet. Tidak harus pakai tanah dan yang lainnya. Hidroponik beda dengan organik, ya. Karena media tanam juga sudah beda. Dan kemudian ada lagi yang lainnya. Intinya bedalah. Dalam tutorial kali ini, kami berikan khusus untuk para pemula yang sedang ingin menanam Hidroponik. Karena memang ini butuh kejelian dan telaten. Silakan simak dan ikuti setiap stepnya.

Teknik ini, bisa digunakan untuk menanam apapun. Mulai dari sayuran hijau sampai merah. Bahkan dari sayuran seperti cabai dan tomat, Bok coy dan yang lain bisa, Enak kok. Selain ramah lingkungan, teknik ini juga sangat bagus untuk dijalankan di zaman ini. Apalagi ekonomi dan harga bahan makanan pokok yang terus saja melamung tinggi. Sekarang kita simak apa sih kenuntungan dari budidaya tanman dengan tekni Hidroponik ini.

Keuntungan Budidaya tanaman dengan sistem Hidroponik

Bertanam hidroponik terbukti hemat dibandingkan dengan menanam konvensional di atas tanah karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari sebab larutan nutrisi/media larutan mineral yang dipergunakan sudah tertampung di dalam wadah yang dipakai, sehingga kita tinggal melakukan pengontrolan saja.

1. Ramah lingkungan

Karena tidak butuh lahan yang banyak dan besar, maka ini bisa menjadi cara memaksimalkan lahan. Bahkan bisa dibuat dengan bertingkat menggunakan pipa. Selain itu,  karena menggunakan pipa dan air, maka tanaman ini lebih ramah lingkungan. Bahkan bisa mengurangi CO2. Karena ngga perlu kendaraan dan mesin.

2. Tidak butuh tempat luas

Karena bisa memanfaatkaan pojokan rumah dan ditingkat, mak bertanam jenis ini tidak perlu tempat luas. Cukup pakai pralon atau pipa.

3. Lebih sehat

Akarnya bisa dimakan. Karena bebas dari kotoran. Bahkan Anda bisa kontrol pertumbuhan dan kebersihan tanamannya.

4. Tidak Kenal Musim

Ini untungnya. Dia ngga kenal musim. Bahkan, dia bisa ditanam kapan saja dan di mana saja.

5. Hemat dalam pengeluaran

Percaya ngga, tanaman ini tidak butuh pupuk banyak. Dan tidak perlu banyak tenaga untuk menggarapnya. Jadi lebih hemat.

6. Lebih bersih

Tahu ngga, bahwa lingkungan tempat bertanam hidroponik cenderung lebih bersih ketimbang bertanam di atas tanah.

7. Jarang ada masalah hama

Nah, ini yang penting. Tahu ngga, kalau tanaman hidroponik jarang mempunyai masalah dengan hama dan penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri, ulat dan cacing nematoda yang banyak terdapat dalam tanah

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Nah, cara atau metode ada dua. Silakan simak di bawah ini.

  1. Teknik menanam hidroponik menggunakan larutan nutrisi
  2. Teknik menanam hidroponik menggunakan media pengganti

Apa ada bedanya dari kedua teknik tersebut? ada dong. Mari kita simak perbedaaannya.

Yang pertama, tidak membutuhkan media tanam keras. Contoh, media tanam yang dipakai adalah air yang mengalir. Ini bisa dipakai untuk media tanam dengan teknik pertama. Kemudian media ini hanyaa butur larutan nutrisi saja, tidak ada yang lainya. Jadi lebih mudah dipraktekkan dan lebih simpel.

Yang kedua. Kita menggunakan media tanam keras sebagai pengganti misalnya serabut kelapa dan semisalnya. Ini wajib dipakai untuk menggantikan media tanam. Namun semua ini difungsikan untuk tempat akar saja, Bukan sebagai tempat nutrisi atau yang lain.

Nah, dalam artikel ini kita akan mengulas yang pertama sebagai inti dari ulasan kali ini. Kita akan belajar dengan metode tanam air. Mari kita simak selengkapnya.

Cara Menanam Hidroponik dengan Media Air

Nah, dalam teknik ini juga ada dua jenis. Kami akan ulas keduanya, agar lebih lengkap dan lebih menarik tentunya. Jadi, mari kita ulas dari teknik air pertama saja.

1. Teknik Larutan Alir

Teknik ini mengharuskan Anda untuk  memakai parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut. Teknik ini secara sederhana hanya mengalirkan air terus menerus melewati kar tanaman tanpa henti. Dan secara mudahnya, Anda bisa membuat parit untuk media tanam, dan juga sebagai media mengalirkan air yang sudah dilengkapi dengan nutrisi.

2. Teknik larutan statis

Metode ini cukup kuno. Dan bagi kami lebih mudah. Karena nutrisi tidak dilarutkan dan dialirkan terus menerus. Anda cukup memakai wadah yang berwarna gelap untuk bertanam. Lalu pastikan akar tanaman ada di atas air yang sudah ada nutrisinya. Sehingga oksigen pada tanaman tercukupi. Pastikan Anda memakai wadah berwarna hitam agar tidak tumbuh lumut.

Cara Bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah dengan sistem Wick

Ada satu cara paling simpel dan mudah, yang bisa Anda coba untuk bertanam hidroponik. Teknik ini masuk dalam aliran nutrisi bukan statis. Namun lebih mudah dan lebih simpel. bagaimana caranya? mari kita simak saja selengkapnya pada ulasan di bawah ini.

Rockwol artinya sumbu. Sehingga metode tanam ini, memakai kain yang akan digunakan untuk penyerapan nurtisi dan juga sebagai tempat si akar berada. Nah Rockwool adalah media yang akan menyerap air nutrisi yang dibawa kain flanel, sehingga akar-akar muda tanaman akan menyerapnya dari rockwool.

Nah, perlu Anda tahu juga. Dengan rockwool, maka akan semakin besar, akar tanaman akan keluar dari rockwool dan merayap melalui kain flanel menuju larutan nutrisi di bagian bawah dan mengisapnya sendiri. Sistem ini cocok untuk Anda yang sedang belajar. Jadi tidak repot dan banyak aturan.

Untuk bisa bertanam ini apa yang dibutuhkan? mari kita simak di bawah ini.

  • Pertama sebuah botol bekas ukuran 600 ml
  • Kedua media tanam : Perlu Anda tahu, bahwa media tanam yang baik adalah Rockwool. Anda bisa  beli di toko pertanian atau online. Nah, kalau  tak mau repot bisa diganti sama dacron, busa bekas, gulungan kapas, atau kain flanel yang digulung. Ini sangat mudah dicari di toko kain. Anda bisa coba cek ke sana.
  • Ketiga adalah sumbu : Intinya yang bisa menyerap air dengan baik.  Bisa dengan sumbu kompor, kain flanel, kain. Intinya yang menyerap air

Cara Membuat Media Tanam Hidroponik Sederhana

Sekarang kita siapkan media tanamnya dulu. Kemudian kita lakukan semai bibitnya.

  • Langkah pertama, silakan potong botol air mineral menjadi 2 bagian
  • Nah, langkah kedua, silakan lubangi bagian atas leher botol di dua sisi dengan solder atau paku yang dipanasi. Intinya yang bisa untuk melubangi
  • Ketiga silakan masukan sumbu atau kain flanel. Catatan: Kain atau sumbu dipotong memanjang melalui dua lubang tadi. Perhatikan baik-baik.
  • Selanjutnya, silakan pasang terbalik bagian atas botol ke bagian bawah botol. Perhatikan dengan baik
  • Media tanam siap digunakan.

Cara Menyemai Benih Hidroponik Menggunakan Rockwool

Jika sudah siap media tanam maka kita lakukan tahapan berikutnya, yakni soal menyemai benih. Mari kita cek tahapannya. Semoga bermanfaat.

  • Silakan Anda siapkan rockwal. Kemudian potong-potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5 sebanyak yang kamu perlukan.
  • Lalu, silakan basahi rockwool dengan air. Tapi tidak terlalu basah. Bisa dengan cara dicipratkan
  • Kemudian buat lubangi bagian tengah setiap rockwool. Bisa dengan lidi, tusuk gigi. Ukuran lubang cukup 2mm
  • Sekarang Anda masukkan benih tanaman ke dalam lubang, yang Anda buat
  • Tahap selanjutnya, tutup wadah dengan kantong plastik hitam. Ini penting, tempatkan pada daerah tau tempat yang teduh. Tidak terlalu gelap, tidak terlalu panas. Tidak terkena hujan atau matahari langsung
  • Umumnya untuk sayuran seperti sawi dan selada, dalam 1-2 hari sudah sprout/pecah benih. Tanda sprout adalah dengan munculnya calon akar (putih-putih) dan menyembul calon daun.
  • Jangan terlambat mengenalkan pada sinar matahari. Sebab bisa mengakibatkan etiolasi pada tanaman.
  • Penting! Tambahkan  air agar rockwool tetap basah dan lembab. Lakukan setiap hari, terutama jika media sudah kering.
  • Jika sudah tumbuh daun sejati artinya, bibit siap dipindah ke media hidroponik. Dan siap untuk mendapatkan nutrisi tambahan selain air dan sinar matahari. Nah, sampai di sini sudah selesai.
  • Sudah siap untuk praktek? mari kita lakukan.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik

Siapkan nutrisi ya, karena sekarang adalah tahapan masa tanam. Nutrisinya bisa dibeli di toko pertanian terdekat. Namanya AB MIX. Ada dua jenis, pertama larutan kedua bubuk. Baca cara pemakaiannya dengan baik, agar tidak salah dalam memberikan dosis. AB MIX terdiri dari 2 larutan terpisah.

Dosis AB MIX:

  • Pertama larutan A 5 ml
  • Kedua larutan B 5 ml
  • Tambahkan padaair 1 liter.

Campur ketiganya dan itulah yang disebut sebagai nutrisi hidroponik. Sudah siap bukan? sekarang kita akan masuk ke cara pemindahan bibit.

Cara memindah Benih ke Media Tanam Hidroponik

Berbeda dengan tanman dengan tanah, Hidro lebih telaten. Maka pastikan Anda memerhatikan cacatan di bawah ini. Agar proses pemindahan menjadi lebih lancar dan lebih baik.

  • Pertama. Silakan siapkan botol bekas yang sudah dibuat sebelumnya. Lihat langkah awal penyiapan media tanam
  • Kedua, silakan isi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi. Karena ini akan menjadi media tanamnya.
  • Kemudian, Anda harus memindahkan rockwool yang berisi tanaman yang sudah berdaun empat ke bagian dalam botol bagian atas yang sudah diisi kain flanel. Konsepnya sih, sama saja dengan media tanah. Karena rockwoolnya menjadi tempat akar, maka Anda harus memindahkannya
  • Langkah ketiga, silakan pasangkan kedua bagian botol. Sampai di sini sudah selesai
  • Mudah bukan?

Perawatan Tanaman Hidroponik

Ini langkah terakhir, karena memang sudah akhir dan final. Jadi jangan sampai salah tahapan, ya. Mari kita simak cara merawatnya. Teliti dan jelilah.

  • Larutan nutrisi minimal seminggu sekali, harus ditambah. Misal di awal campuran nutrisi yang Anda pakai adalah ; 5ml + 5ml + 1 lt.  Pada minggu kedua, tambah jadi 6ml + 6ml + 1lt. Lakukan sampai masa panen tiba.
  • Bersihkan lumut. Karena terpapar sinar matahari, wajar jika ada lumut yang menempel. Bersihkan lumut minimal 1 minggu sekali. Agar nutrisi tidak habis dimakan lumut.
  • Plastik gelap. Bisa pakai cat warna gelap atau lapisi dengan plastik. Ini untuk menjaga agar nutrisi tetap terjaga dan terhindar dari lumut.

Baca Juga:

Demikian cara menanam sayuran dengan metode hidroponik untuk pemula. Kami akan kembali lagi dengan informasi yang tidak kalah menarik. Maka, pastikan Anda tetap stay tune di blog ini. Sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang. Salam.