Cara Mudah Menanam Jahe Merah di Polybag & Karung Bekas

Posted on
Cara Mudah Menanam Jahe Merah di Polybag & Karung Bekas
5 (100%) 10 votes

Pernah makan jahe? iya, Jahe kadang atau identik dengan minuman. Enak sih, dia menghangatkan tubuh dan kadang diidentikan dengan pengobatan. Memang, banyak orang yang menyukainya. Karena rasa hangat yang timbul bisa untuk dijadikan pengusir dingin di badan. Meski enak, dan disukai banyak orang jahe kadang banyak ditanam pada daerah pinggiran saja. Padahal tanaman ini, bisa dijadikan media penghasilan juga. Mudah saja, tanam di polibag atau semisalnya. Kali ini, Anda akan kami berikan tutorial yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk dipraktekkan. Karena hanya butuh pot, polibag atau bahkan karun beras. Iya, karung beras juga bisa kok dimanfaatkan sebagai media tanam yang efektif.

Tanaman satu ini memang akrab banget dengan orang Indonesia. Dan kadang, selain dijadikan minuman, juga dipakai untuk bumbu dapur. Jadi, di Indonesia jahe, sangat dibutuhkan oleh para ibu rumah tangga dan yang lainnya. Nah, daripada beli, kadang mahal atau kadang jika disimpan lama, jahe akan kisut, kenapa tidak coba tanam saja? tanam jahe mudah saja kok.

Cara Membudidayakan Jahe Merah di Rumah atau Kebun Menggunakan Polybag & Karung Bekas

Pada intinya, jahe bisa ditanam dan akan tumbuh subur jika menggunakan tanah yang subur. Sepertinya ini juga berlaku untuk semua jenis tanaman. Namun, jahe yang masuk dalam jenis tanaman akar ini, akan lebih menarik hasilnya jika diberikan media atau pupuk yang cukup.

Jahe memiliki banyak jenis. Kali ini, kami akan hadirkan jahe merah yang banyak disukai, oleh masyarakat Indonesia. Selain jahe merah, ada juga jahe gajah, dan yang lainnya. Jahe gajah biasanya lebih gede daripada yang lainnya. Kalau jahe merah, dan jahe emprit biasanya lebih terasa pedasnya. Maka, keduanya banyak yang suka.

Menanam jahe ini, tidak perlu tanah lebar. Hanya butuh polibag dan semisalnya. Oke, kita persiapkan saja tanah dan yang lainnya. Agar lebih cepat dan lebih mudah untuk praktek. Jadi, yuk segera ke intinya saja. Sebelum menanam jahe, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Beberapa hal ini, bisa dicek di bawah ini. Mari simak.

Syarat menanam jahe merah

  • Informasi yang cukup
  • Siapkan bahan dari tanah sampai bibit
  • Pemilihan bibit
  • Pengecambahan
  • Penyemaian
  • Penaman
  • Perawatan
  • Masa panen

Langkah Menanam Jahe Merah

Kita akan mulai dari yang paling awal. Tahapan awal adalah mencari informasi sebanyak mungkin. Karena dengan informasi Anda akan mendapatkan persiapan yang paling bagus. Apa yang akan dilakukan jika polibag saja tidak tahu? nah, kan. Yuk cari tahu informasi apa saja yang harus didapatkan.

1. Cari Informasi sebanyak mungkin

Terutama adalah seputar teknik budidaya jahe. Dan di sini, Anda akan mendapatkan semua pengetahuannya, mulai dari jenis bibit, penyemaian dan lain sebagainya. Karena itu, jangan lupa untuk mencari dulu informasi mengenai yang satu ini. Jad, jangan sampai salah atau terlewat.

Informasi yang Anda dapatkan, pastikan dari link atau sumber ang berkualitas. Sehingga Anda akan mendapatkan ilmu tepat guna. Kemudian, jika sudah, jangan sampai mengambil banyak rujukan. Ambil satu saja, dan jalankan, biar tidak bingung dibuatnya.

2. Siapkan media tanam

Seperti yang sudah kami sampaikan di depan, bahwa media taman bisa dengan Polibag dan juga karung bekas. Siapkan polybag dengan ukuran minimal 40×50 cm atau bisa dengan karung bekas pakan ternak atau bekas beras dengan diameter, nanti bagian atasnya akan digulung agar tingginya sesuai. Jika sudah siap, maka siapkan juga media tanah yang sudah diberikan pupuk dan kompos. Jangan lupa perbandingannya 1:1:1.

Media tanam ini juga bisa dari informasi yang didapatkan. Maka, jangan sampai salah. Tapi standarnya sih, seperti yang sudah disampaikan di depan. Kalau dengan polibag, memang lebih murah dan lebih irit. Namun perbandingan tanah, kompos dan pupuk kandangnya adalah 3:2:1. Dan juga 2:2:1 ini juga bisa.

a. Tanah

Tanah yang dipakai, harus sangat gembur dan juga mengandung usnur hara yang bagus. Nah, jika sudah, maka sebaiknya siapkan semuanya dengan baik. Tanah ini akan menjadi penentu juga dari apa yang akan didapatkan nantinya.  Selain dengan tanah, bisa juga dengan pasir kok. Namun untuk pasir harus bagus banget. Sedangkan ciri-cirinya sebagai berikut.

b. Pasir

Penting. Jika ingin pakai pasir, pastikan pasir tersebut memiliki kandungan fraksi liat yang cukup tinggi. Atau bisa juga beli  pasri yang mengandung lumpur (pasir ladu) seperlunya karena mengandung banyak bahan mineral endapan, karena ini dibutuhkan oleh tanaman.

Pemilihan Bibit Jahe

Bibit bisa diambil dari kebun jahe, kemudian diamkan selama 1 sampai 1,5 bulan. Dan  pastikan umurnya 9 sampai 10 bulan. Karena memang ini syarat yang bagus. Kalau memang tidak ingin ribet, Anda bisa beli saja bibit yang sudah siap pakai. Silakan datang ke toko pertanian. Kalau mau bikin sendiri, silakan cek list di bawah ini.

Jika ingin mengambil bibit dari kebun, silakan cek umur sekitar 10 bulan. Dan rimpang sudah melewati masa dormanis selama 1 bulan sampai 2 bulan. Ini juga menjadi cara untuk mengenalinya.

  • Harusnya rimpang yang dipilih masihs egar, tidak ada bibit penyakit
  • Tidak disimpan terlalu lama di luar tanag
  • Pastikan mutu genetik dan fisiki
  • Rimpang harus dipotong 40 gram, atau 1 rimpang dipotong dengan cutter bersih.

Penyemaian

Sekarang, kita masuk ke penyemaian. Ini adalah urutan cara kerja dari penyemaian. Mari kita ikut

  • Siapkan peti kayu dengan ukuran sedang
  • Taruh bibit pada dasar peti
  • Tutup dengan sekam padi atau abu gosok
  • Taurh bibir jahe berkecambah kemudian tutup dengan sekam. Lanjutkan sampai berlapis-lapis

Diamkan sampai 1 bulan. Dan tinggi bibit sudah sampai 10cm, jika sudah begini, baru ambil dan siap untuk ditanam,

Penanaman

Jika sudah tumbuh daun, sebelum ditanam harus dibiarkan dulu sampai 1,5 bulan. Jangan langsung ditempatkan pada ruang terbuka yang terpapar sinar matahari langsung. Nah, jika sudah maka siapkan Polibag. Dan kemudian buka atau buat lubang seukuran dengan rimpang. Lalu tanam.

Sekarang, Anda harus konsisten dengan perawatan dan penyiramana. Misal, kapan harus diberikan pupuk, dan kapan harus disiram? inilah yang harus Anda lakukan dengan baik. Maka, jika Anda ingin mendapatkan hasil yang baik, harus perhatikan semua ini.

Perawatan dan Pemeliharaan

Perlu Anda tahu, bahwa jahe ini harus dijaga dan dirawat juga. Nah, dalam sehari penyiraman minimal dilakukan satu kali, bila cuaca panas sebaiknya siram dua kali sehari. Setelah memasuki usia 2 – 4 minggu, lakukan penyiraman dengan fermentasi SOT HCS atau pupuk organik. Bersihkan hama yang muncul. Lalu, pada usia 25 hari, biasanya sudah muncul daun lebih bagus.

Pemanenan

Ketika sudah masuk 10 bulan, maka inilah waktunya panen. Karena usia panen yang bagus pada usia ini. Tanda siapa panen adalah tanda-tanda yang meliputi daun dan batang berubah warna menjadi kuning dan sudah mengering. Cara panen, cukup dengan merobek Polibag kemudian mengambilnya. Mudah bukan?

Baca Juga:

Jika sudah begitu, maka Anda sudah paham kalau menanam jahe dengan polibag ini mudah banget. Oke, sekian dulu informasi yang bisa kami hadirkan untuk Anda semua. Silakan praktekkan. Lalu pastikan step by stepnya benar-benar dilakukan.